Menu
Situs Web Berita Film, Anime, Teknologi, Games & Software Terbaru

Maraknya Kebocoran Data, Pengamat: Audit Sistem Dengan baik, Jangan Sekedar Pelangkap Administrasi Saja – Selular.ID

  • Share

Jakarta, Selular.ID – Pasca sertifikat vaksinasi Covid-19 Presiden Joko Widodo  bocor ke publik, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak tepat terkait sistem PeduliLindungi, dan tetap menggunakan aplikasi tersebut untuk mendukung aktivitas masyarakat dalam masa adaptasi pengendalian pandemi Covid-19.

Kemudian, untuk merespon kasus yang sedang berkembang belakangan ini, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan, BSSN, dan Kementerian Kominfo melakukan tata kelola perlindungan data dan keamanan sistem PeduliLindungi sesuai tugasnya masing-masing.

Yang dimana kementerian Kesehatan, sebagai wali data bertanggung jawab agar pemanfaatan data pada sistem Pedulilindungi yang terintegrasi dengan Pusat Data Nasional (PDN) sesuai dengan peraturan perundangan sebagaimana diatur oleh PP No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) serta Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Inisiatif Satu Data Indonesia.

Kemudian BSSN sebagai Lembaga yang berwenang untuk melaksanakan kebijakan teknis keamanan siber bertanggungjawab untuk melakukan pemulihan, dan manajemen risiko keamanan siber Sistem Elektronik sesuai amanat PP PSTE dan Pepres No. 28 Tahun 2021 tentang BSSN.

Sedangkan kementerian Kominfo selaku regulator, penyedia infrastruktur PDN, serta pemberi sanksi terhadap pelanggaran prinsip pelindungan data pribadi akan melakukan langkah strategis pemutakhiran tata kelola data Sistem Pedulilindungi sesuai PP PSTE, PM Kominfo No. 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik, serta Pepres No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Kemudian untuk meningkatkan keamanan Sistem Pedulilindungi, Pemerintah melalui Kementerian Kominfo, telah melakukan migrasi Sistem PeduliLindungi ke Pusat Data Nasional (PDN) pada 28 Agustus 2021 pukul 14.00 WIB.

Migrasi tersebut meliputi migrasi sistem, layanan aplikasi, dan juga database aplikasi Pedulilindungi. Migrasi turut dilakukan terhadap Sistem Aplikasi SiLacak dan Sistem Aplikasi PCare.

Lalu pemerintah terus mengawasi keseriusan seluruh pengelola dan wali data untuk menjaga keamanan Sistem Elektronik dan Data Pribadi yang dikelolanya, baik dalam hal teknologi, tata kelola, dan sumber daya manusia.

Kementerian Kominfo juga dilaporkan telah melakukan penanganan dugaan kebocoran data terhadap 36 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sejak tahun 2019 sampai 31 Agustus 2021.

Dari jumlah tersebut, 31 kasus telah selesai dilakukan investigasi dengan perincian sebagai berikut: 4 PSE telah dikenai sanksi teguran tertulis, 18 PSE diberikan rekomendasi teknis peningkatan tata kelola data dan Sistem Elektronik, sedangkan 9 PSE lainnya sedang dalam proses pemberian keputusan akhir terkait sanksi.

Sementara itu, dari sisi keamanan siber pakar dan penggiat teknologi infomasi, Onno W. Purbo berpesan untuk menjaga sistem keamanan siber dengan serius terkait kebocoran data Indonesia Health Alert Card (eHAC) yang turut menyenggol eksistensi aplikasi pedulilindungi.

“Caranya cukup sederhana, jika sudah kejadian pertama cari barang bukti (ini kerjaan IT forensik), kedua pelajari mana sumber/penyebabnya, ketiga planning untuk perbaikan sistem, keempat ajukan semua barang bukti ke pengadilan plus proses pelakunya, kelima implementasi perbaikan dan keenam monitoring sistem supaya tidak bocor lagi,” terangnya, kepada selular.

Lalu jika sampai bocor kembali, kerjakan ulang dari pertama hingga akhir. “saran audit sistem dengan baik, jangan cuma sekedar pelangkap administrasi saja,” tandasnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *