Menu
Situs Web Berita Film, Anime, Teknologi, Games & Software Terbaru

Chipset Google Tensor Merupakan Exynos yang Menyamar – Gizmologi

  • Share

Jakarta, Gizmologi – Google memperkenalkan Tensor sebagai System on a Chip (SoC) untuk Pixel 6 dan 6 Pro. Tak banyak informasi yang diungkap Google terkait penggunaan SoC ini, tapi rumor mengatakan jika Google Tensor merupakan chipset Exynos buatan Samsung.

Melansir laman Sammobile, sebuah laporan mengatakan jika dalam beberapa bulan terakhir, Google telah mengembangkan prosesor selulernya dengan Samsung. Memang Google tak mengungkap informasi lengkap seperti kemampuan CPU, GPU maupun modem 5G yang digunakan, tapi ada kemungkinan bahwa ada keterlibatan Samsung dalam proses pengembangan SoC Tensor.

Laporan lain juga menunjukkan bahwa Samsung memproduksi Tensor pada proses fabrikasi LPE 5nm yang sama dengan chipset Exynos. Apalagi sejak tahun lalu, Samsung telah mengerjakan dua chipset Exynos kelas atas baru yang salah satunya dilengkapi GPU AMD – Exynos 9855 dan Exynos 9925.

GalaxyClub melaporkan bahwa Exynos 9855 yang belum dirilis itu memiliki nama kode Whitechapel yang sama dengan SoC Google Tensor. Sedangkan untuk chipset Exynos 9925 sendiri merupakan internal name dari Exynos 2200 yang akan digunakan Samsung pada Galaxy S22 untuk dirilis pada tahun depan.

Baca Juga: Google Beberkan Tampilan Pixel 6 Series, Pakai Cip “Tensor” Bikinan Sendiri

Ini berarti ada kemungkinan kalau Tensor akan hadir dengan GPU AMD dan bakal menunjukkan performa terbaiknya di Pixel 6 series. Terlebih Tensor dibuat berdasarkan cara orang menggunakan ponsel saat ini, yaitu lebih mengandalkan kemampuan artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML).

Penamaan Tensor sendiri sebenarnya berasal dari istilah TensorFlow, yang merupakan platform ML buatan Google. TensorFlow ini adalah basis dari banyak model ML yang sudah dipakai Google, contohnya di Google Photos dan Voice.

Tensor juga tampaknya akan dilengkapi berbagai co-processor untuk bermacam keperluan. Dari sini bisa diasumsikan kalau SoC Tensor yang nantinya dipakai di Pixel 6 bakal lebih mengedepankan kemampuan ML dan juga AI di berbagai sektor, seperti foto, video, dan banyak hal lain.

Co-processor lain yang juga akan ditanamkan di Tensor disebut ‘always-on computer’, yang bertugas mengambil alih tugas-tugas sederhana. Sebagai c0ontohnya mengatur ‘ambient display’, sehingga Google menjanjikan baterai Pixel 6 bakal bertahan selama seharian.

Bocoran Google Pixel 6 Series

Google Pixel 6

Lantas bagaimana spesifikasi Google Pixel 6 series? Dilihat dari banyaknya bocoran yang beredar, Google Pixel 6 bakal punya kamera wide dan ultra-wide, sementara Pixel 6 Pro dilengkapi satu sensor periskop tambahan dengan 4x optical zoom.

Alih-alih menyusun modul kamera secara vertikal layaknya smartphone android di pasaran. Perusahaan yang bermarkas di Mountainview ini menempatkan modul kameranya secara horizontal dan menonjol di bagian belakang.

Untuk bagian layar, Pixel 6 bakal mengusung panel 6,4 inci full HD+ 90Hz dengan desain flat berjenis AMOLED. Versi Pro sedikit lebih besar di 6,7 inci QHD 120Hz, punya sudut lengkung pada kedua sisi kiri dan kanan yang disebut bakal memakai panel layar P-OLED buatan LG.

Meski sama-sama gunakan bingkai metal dan kaca depan belakang, finishing serta opsi warnanya dibuat berbeda. Google Pixel 6 memiliki bezel warna hitam, sementara bodi belakangnya gunakan permukaan matte dengan opsi warna lebih cerah dan personal. Sementara versi Pro punya bezel cerah dan warna yang cenderung standar; hitam, silver dan emas.

Keduanya akan menjalankan Android 12 saat diluncurkan. Untuk fitur dan spesifikasi lengkapnya, Google baru akan membeberkan saat peluncuran Pixel 6 dan 6 Pro pada Oktober mendatang.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *