Menu
Situs Web Berita Film, Anime, Teknologi, Games & Software Terbaru

AAEC Sah Jadi Undang-Undang Berdampak UMKM Lokal

  • Share

Jakarta, Selular.ID – Pemerintah-DPR RI telah meyepakati pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) ASEAN Agreement on Electronic Commerce/AAEC atau Persetujuan ASEAN tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik menjadi undang-undang. Hadirnya peraturan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha Indonesia di kawasan ASEAN.

Hadirnya peraturan tersebut pemerintah juga dinilai perlu menjaga pasar dalam negeri, agar tetap menjadi milik UMKM atau pemain lokal meski telah dibuka lebar melalui atura perdagangan elektronik antar negara ASEAN tersebut.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda kepada Selular menerangkan hadirnya undang-undang AAEC bisa berimplikasi pada dua hal.

“Pertama adalah peningkatan konsumsi masyarakat akan produk ecommerce ASEAN, kedua bisa meningkatkan peran dari UMKM dalam pasar digital di kawasan ASEAN. Kedua implikasi ini dipengaruhi oleh karakteristik dari platform, konsumen, serta UMKM kita yang ketiganya saling berkaitan,” papar Huda, Kamis (9/9).

Karakteristik platform dagang digital di Indonesia adalah mengejar yang namanya valuasi. “Nilai valuasi ini dihasilkan oleh gross merchendise value (GMV). Semakin tinggi GMV maka semakin tinggi nilai valuasi. Untuk meningkatkan GMV, otomatis yang dikejar adalah konsumen. Maka mereka berlomba untuk memberikan harga yang paling murah ke konsumen,” sambungnya.

Kemudian jika dilihat dari sisi karakteristik konsumen Tanah Air price oriented, dimana harga menjadi faktor dalam melakukan pembelian. “Semakin murah maka akan semakin dicari. Itu karakteristik konsumen kita. Nah, ketika platform butuh barang dengan harga murah yang dicari konsumen untuk meningkatkan GMV, maka platform harus melihat produsennya,” kata Huda.

Dan yang menjadi titik persoalan karakteristik UMKM produsen Indonesia masih berbentuk labor intensif yang artinya belum bisa efisien secara harga. “Maka platform untuk menarik konsumen maka tentu pilihannya dengan menyediakan tempat bagi produsen di luar negeri yang notabene bisa bersaing dengan harga,” jelasnya.

Ahlasil jika mengacu pada pola tersebut, UU AAEC dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi  menjadi boomerang bagi UMKM lokal. Alih-alih yang diharapkan meningkatkan persaingan di tingkat ASEAN, Huda bahkan menilai untuk bersaing di domestik pun sudah sangat sulit.

“Maka harus diperhatikan ketiga karakteristik tersebut untuk dapat membawa UMKM bisa masuk ke ekosistem digital se-ASEAN. Saya rasa UU AAEC ini bagus marwahnya agar digitalisasi se-ASEAN ada payung hukumnya, namun bagi UMKM bisa menjadi boomerang,” tegasnya.

Waspada predatory pricing

Pengesahan AAEC untuk menjadi undang-undang tentu suka tidak suka, turut larut dan bercampur pada isu lama yaitu soal predatory pricing pada platform marketplace. Yang kala itu kasusnya turut menarik perhatian Presiden Jokowi, hingga melontarkan pernyataan responsive dengan menyebut ‘Cintai produk dalam negeri, tapi sekaligus membenci produk asing’ pada pidatonya di Istana Negara pada saat membuka rapat kerja nasional Kementerian Perdagangan 2021.

Ujung polemik tersebut pun turut melahirkan rencana aturan soal predatory pricing pada patform ecommerce, yang rasanya sangat penting disandingkan dengan UU AAEC nanti.

Namun sayangnya hingga kini rencana aturan tersebut tak kunjung muncul, hingga hadirnya UU AAEC yang bakal membuka perdagangan elektronik antar negara ASEAN.

Huda pun turut menilai rencana aturan predatory pricing yang dikemukakan Menteri Perdagangan tidak ada hasilnya hingga sekarang, kecuali pelarangan penjualan beberapa item dari luar.

“Namun tetap saja masih banyak barang impor di marketplace. Hal ini dikarenakan Kementerian Perdagangan hanya melihat impor di ecommerce hanya yang berasal dari penjual di luar negeri. Namun, bagi importir biasa kemudian dijual di ecommerce tidak disebut impor ecommerce. Jadi dari awal salah tentu saja kebijakannya tidak efektif,” tutup Huda.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *